Benarkah Gmail Terkena Phising, Apa Dampaknya?

May 09, 2017

Seiring dengan makin pesatnya perkembangan teknologi di Tanah Air, ancaman keamanan pada dunia internet atau yang biasa disebut Cyber Crime pun menjadi suatu isu tersendiri. Bagaimana tidak, guys.. Saat ini sudah muncul beragam jenis hacker, virus/malware, phising dan lain-lain yang dapat menyerang sistem dan penyimpanan pada komputer.

Gmail, salah satu penyedia layanan akun email berpengguna terbesar di dunia pun terkena phising alias pencurian identitas. Google, Rabu (3/5/2017) mengonformasi, tindakan jahat tersebut berusaha menguasai keseluruhan histori email dan menyebarkannya ke semua kontak mereka.



Suatu metode yang digunakan peretas (hacker) mencuri kata kunci (password), dengan cara mengelabui target menggunakan fake form login pada situs palsu yang menyerupai situs aslinya merupakan definisi phising.

Pernah melihat worm yang ada di inbox yang tampil sebagai email dari kontak tepercaya, lalu meminta pengguna melihat file "Google Documents" atau GDocs terlampir? Jangan meng"klick"nya ya! Mengapa? Karena bila meng"klick" linknya, maka kamu akan dibawa ke laman keamanan Google yang sebenarnya, tempat pengguna diminta memberikan izin untuk aplikasi palsu tersebut, yang menyamar sebagai GDocs, untuk mengelola akun email pengguna.

Jadi, seperti apa sih "Worm" itu?
Worm adalah jenis virus yang tidak menginfeksi program lainnya. Virus ini membuat duplikasi (copy) dirinya sendiri, dan menginfeksi komputer lainnya (biasanya menggunakan hubungan jaringan), tetapi tidak mengkaitkan dirinya dengan program lainnya, namun worm dapat mengubah atau merusak file dan program.

Worm yang dirilis pada Rabu (3/5/2017) menyebabkan malapetaka bagi jutaan pengguna karena konstruksinya yang luar biasa canggih lho, guys. Karena link berbahaya tersebut tidak hanya terlihat sangat nyata seperti akun aslinya dan dapat dipercaya, namun email yang disampaikannya juga tampaknya berasal dari seorang yang sudah dikenal oleh pengguna dan payload kemudian memanipulasi sistem login Google yang sebenarnya.

Untungnya Google langsung "menonaktifkan" akun berbahaya tersebut, guys. Sehingga serangan itu tidak kian menyebar dan hanya mempengaruhi sekitar 1 juta pengguna atau kurang dari 0.1 persen pengguna Gmail.

Lalu, adakah dampak yang ditimbukan apabila terkena serangan ini?
Ini dapat menjadi bencana potensial bagi korban yang tidak curiga, atau tidak sadar akunnya diserang. Sebab, dengan mengendalikan akun Gmail, serta pihak tidak bertanggung jawab tersebuit dapat memanen data pribadi yang pernah dikirim atau diterima melalui email.

Dan... Tentu saja, hal tersebut dapat memudahkan mereka untuk mengubah kata sandi pada layanan lain, seperti facebook, online banking, dll.

Selain berhati-hati terhadap ancaman phising, malware, dll. Kamu juga harus berhati-hati terhadap kehilangan file, guys! Tenang.. Ada data recovery jakarta, yang siap membantumu guys. :)

You Might Also Like

0 komentar